Selasa, 20 Februari 2018

BALAI PENDIDIKAN DAN LATIHAN LALU LINTAS ANGKUTAN SUNGAI DANAU DAN PENYEBERANGAN - SUMATERA SELATAN

Balai ini diawali dengan penataran-penataran (Diklat Program Jangka Pendek). Pada tahun 1990, selain Diklat Penataran mulai dilaksanakan Diklat Awal Program Diploma Tiga LLASDP untuk karyawan di lingkungan Departemen Perhubungan. Tahun 1992, program ini mulai merekrut kalangan umum. Tahun 1997 bahkan hanya merekrut dari umum, yang pendaftarannya dilakukan di lingkungan Departemen Perhubungan di seluruh wilayah Indonesia. Kini, balai pendidikan dan latihan yang punya berbagai kegiatan ini tengah dalam proses perubahan bentuk menjadi Politeknik dengan 3 jurusan Program D4 dan sistem kurikulum kredit penuh berjumlah 114 SKS, yaitu:




Status: Kedinasan (Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan RI)
Alamat : Jl. Sabar Jaya 116, Desa Parajin, Mariana Banyu Asin I, Musi, Palembang (PO. Box 1122, Palembang), Sumatera Selatan
Telepon : (0711) 312339, 362166
Faks. : (0711) 312339
Kepala : Ir. Chaidirrozi AS


Sejarah Singkat 

Tanggal Berdiri: 21 Oktober 1987
Pendiri: Direktur Jenderal Perhubungan Darat c/q Ka. Pusdiklat Perhubungan Darat


Pada awalnya adalah kerja sama antara Kerajaan Belgia dan Pemerintah Republik Indonesia dalam kontrak sebuah proyek yang disebut FTA-170, 20 Desember 1979. Pemerintah Kerajaan Belgia memberikan bantuan berupa konsultasi teknis dan perencanaan, pengadaan sarana latihan, serta memberikan beasiswa untuk instruktur dan teknisi. Hasil kerja sama dengan Belgia itu adalah, antara lain, sejumlah tenaga terlatih. Dengan modal tenaga terlatih itu pada 7 Juli 1997, di Jakarta ditandatangani nota kesepakatan antara pemerintah RI dan Kerajaan Belgia untuk mengembangkan Balai Pendidikan dan Latihan Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan menjadi Pusat Unggulan di ASEAN. Pada bulan Juli tahun 2001 nota kesepakatan tersebut terealisasi dalam dua jenis pendidikan dan latihan jangka pendek (program tiga minggu).


1. Administrasi, Eksploitasi dan Manajemen Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan
2. Teknik Sarana dan Prasarana Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan
3. Manajemen Multimoda Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan



Profil 

Jenjang pendidikan: D3
Jumlah mahasiswa, 2002: 84
Jumlah lulusan, 2002: 32
Jumlah alumni, 2002: 212
Jumlah dosen, 2002: 25
Luas kampus: 67.000 m2


Fasilitas Kampus 

Ruang kuliah: luas ruangan seluruhnya 649 m2 (jumlah - ruangan)
Perpustakaan: luas ruangan 398 m2, koleksi 479 judul, 1.678 eksemplar (buku-buku MKDU, MKDK, dan MKK Teknik LLASDP)

Laboratorium: luas ruangan seluruhnya 241 m2 (Komputer, Bahasa, Hidrolika, Mesin, Navigasi, Listrik, Peralatan Survei Hidrografi, Survei Sungai, Survei Topografi)

Fasilitas lain: ruang dosen (55 m2), ruang kantor/administrasi (827 m2), ruang seminar/workshop (210,16 m2), asrama mahasiswa/taruna (1.602,5 m2), ruang komputer (210 m2), ruang serbaguna/aula (328,2 m2), lapangan upacara, dan sarana olahraga berupa kolam renang, lapangan voli, lapangan basket, tenis meja, sepak bola. Juga terdapat kapal cepat latih, kapal keruk latih,, bengkel mekanik/kayu, mesin kayu, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah, dermaga apung, dan alat bantu pengajaran berupa slide projector, magnabyte, overhead projector, LCD panel, video/camera, film projector


Pendaftaran Mahasiswa Baru 

Syarat : NEM minimal untuk masing-masing mata pelajaran Fisika, Matematika, Bahasa Inggris 3,00; Usia minimal 23 tahun, tinggi badan minimal 163 cm untuk laki-laki dan 157 cm untuk perempuan; Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan; Sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika; Surat Keterangan Berkelakuan Baik

Biaya pendaftaran, 2002: Rp 50.000

Jalur pendaftaran: Tes , Tes Akademik/Tertulis (Matematika, Fisika, Bahasa Inggris); Tes Kesehatan (tim rumah sakit yang ditunjuk), Wawancara, dan Pantohir


BIAYA PENDIDIKAN

Data 2002, biaya kuliah: biaya kuliah selama pendidikan sebesar Rp 4.700.000, ditambah biaya setiap semester untuk keperluan asrama, obat-obatan, dan ruang kelas sebesar Rp 120.000, yang akan disetor ke kas negara


Lain-lain 

Kerjasama dengan perguruan tinggi/lembaga luar negeri: State University of Liege, Belgia


Program Studi 

Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan
Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan D3 reguler

ATI (AKADEMI TEKNOLOGI INDUSTRI) - SULAWESI SELATAN

Status: Kedinasan (Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI)
Alamat : Jl. Sunu 220, Makassar, PO Box 172, Sulawesi Selatan
Telepon : (0411) 449867, 449609
Faks. : (0411) 449867
Sejarah Singkat

Pendiri: Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI
Profil

Jenjang pendidikan: D3
Jumlah mahasiswa, 2002: 231
Jumlah lulusan, 2002: 81
Jumlah dosen, 2002: 25
Luas kampus: 11.430 m2
Fasilitas Kampus

Ruang kuliah: luas ruangan seluruhnya 1.931,63 m2 (jumlah - ruangan)
Perpustakaan: luas ruangan 150 m2, koleksi 915 judul, 4.463 eksemplar
Laboratorium: Mesin Perkakas/Automotif dan Fluida (2.880 m2), Elektro (1.008 m2), Kimia (1.682 m2)
Lembaga penelitian: ada
Fasilitas lain: ruang kegiatan mahasiswa (130 m2), lapangan ruang olahraga/rekreasi (960 m2), ruang studio (150 m2), ruang komputer (120 m2), ruang penelitian/pengabdian pada masyarakat (28 m2), ruang serbaguna/aula (450 m2), ruang lain-lain/mushalla (379,5 m2)
Program Studi

Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan
Teknologi Industri Manajemen Teknik Industri D3 reguler B 2002
Teknologi Industri Teknik Mekanik Industri D3 reguler B 2002
Teknologi Industri Teknik Elektro Industri D3 reguler C 2002

AKMIL (AKADEMI MILITER) - JAWA TENGAH

Sejarah Akademi Militer bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada 31 Oktober 1945 --perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letjen TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan teknis, ditutup untuk sementara dan taruna angkatan ketiganya menyelesaiaan pendidikannya di KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu yang sama, di berbagai tempat lain (Malang, Mojoagung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukittinggi, Berastagi, Prapat) didirikan sekolah perwira darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD/ABRI pada waktu itu.




Status: Kedinasan (Departemen Pertahanan RI)
Alamat : Jl. Gatot Soebroto, Magelang 56123, Jawa Tengah
Telepon : (0293) 363002-09 Psw. 358 dan 360 (Penghumas Akmil)
Website : www.akmil.ac.id


Sejarah Singkat 

Tanggal Berdiri: 31 Oktober 1945
Pendiri: TNI Angkatan Darat

Pada 1 Januari 1951 di Bandung didirikan Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi-AD) yang kemudian pada 26 Januari 1956 menjadi Akademi Genie Angkatan Darat. Selanjutnya 23 September 1956, lembaga pendidikan prajurit ini menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Sementara itu pada 13 Januari 1951 didirikan pula di Bandung, Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD).

Pada 11 November 1957, diresmikan Akademi Militer Nasonal (AMN) di Magelang yang merupakan kelanjutan dari MA Yogyakarta. Taruna masukan tahun 1957 dinyatakan sebagai taruna Akademi Militer angkatan ke-4. Pertimbangan mengapa Magelang dipilih sebagai lokasi AMN ialah karena Magelang merupakan kota perjuangan, iklimnya baik, letaknya strategis dan dekat dengan UGM di Yogyakarta --sumber pengisi kekurangan tenaga dosen nonmiliter. Pada tahun 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Atekad Bandung dengan nama Akademi Militer yang berkedudukan di Magelang.

Pada 16 Desember 1965 Akademi Militer diintegrasikan dengan Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Angkatan Kepolisian dengan nama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Dengan integrasi tersebut, pembinanan dan pengelolaan keempat Akabri Bagian dilaksanakan oleh Komandan Jenderal Akabri.

Pada 29 Januari 1967 Akabri di Magelang diresmikan menjadi Akabri Udarat, yang meliputi dua Akabri Bagian di bawah satu pimpinan, yaitu Akabri Bagian Umum dan Akabri Bagian Darat. Akabri Bagian Umum, mendidik taruna Akabri Bagian di tingkat I selama satu tahun termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka. Sedangkan Akabri Bagian Darat, mendidik taruna Akabri Bagian Darat mulai tingkat II sampai tingkat IV.

Pada 29 September 1979, Akabri Udarat berubah nama menjadi Akabri Bagian Darat. Pada 14 Juni 1984, sesuai reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pembinaan dan pengelolaan Akabri Bagian Darat diserahkan kembali ke Kepala Staf TNI AD dan Akabri Bagian Darat berubah nama menjadi Akademi Militer (Akmil).

Pada 1 April 1999 secara resmi Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI berubah menjadi TNI. Sejak itu pula Akademi Kepolisian terpisah dari Akabri. Akabri berubah namanya menjadi Akademi TNI yang terdiri dari Akmil, Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Angkatan Udara (AAU).



Program pendidikan :

· Kegiatan pengajaran dilak.asanakan di kelas dan laboratorium
· Kegiatan latihan lapangan dilaksanakan secara terprogram --bertingkat dan berlanjut sesuai dengan tingkatnya masing-masing.
· Pemantapan kemampuan dan keterampilan teknis keprajuritan perorangan dilaksanakan dalam latihan Pramuka Yudha.
· Bekal pengalaman kepemimpinan lapangan dan kerja sama antarkecabangan dalam operasi darat terpadu serta mengaplikasikan teknik dan taktik tingkat kesatuan kecil dilaksanakan Gladi Lapang Widya Yudha bagi taruna seluruh tingkat.
· Latihan Praja Bhakti merupakan kegiatan untuk mengenali problema sosial kemasyarakatan dan penghayatan kemanunggalan TNI – rakyat yang dilaksanakan di daerah pedesaan. Dalam latihan ini, taruna hidup bersama rakyat, dan membantu rakyat melaksanakan pembangunan daerahnya.
· Kegiatan latihan terdiri dari survei sosial, karya bhakti, penyuluhan, dan pengenalan Akmil.
· Pengasuhan dilaksanakan secara ekstra kurikuler dengan tujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan, serta memantapkan kepribadian, intelegensi, dan jasmani taruna guna memupuk jiwa kepemimpinan sebagai calon perwira TNI AD. Kegiatan pengasuhan ini diprogramkan sepanjang tahun akademi dan pelaksanaannya dikendalikan serta diawasi oleh Resimen Taruna.


Profil 

Jenjang pendidikan: D3
Ikatan alumni: -
Catatan Alumni Akademi Militer yang berbintang empat adalah:
- Rudini (TMT 01-03-1984, Alumni 1951)
- Tri Sutrisno (TMT 28-04-1987, Alumni 1959)
- Edi Sudrajat (TMT 20-02-1988, Alumni 1960)
- Soesilo Soedarman (TMT 17-03-1993 (HOR), Alumni 1948)
- Feisal Tanjung (TMT 19-05-1993, Alumni 1961)
- Wismoyo Arismunandar (TMT 01-10-1993, Alumni 1963)
- R. Hartono (TMT 01-02-1995, Alumni 1962)
- Wiranto (TMT 10-06-1997, Alumni 1968)
- Subagyo Hadisiswoyo, S.IP, SH (TMT 11-02-1998, Alumni 1970)
- Fachrul Razi, S.IP (TMT 01-11-1999, Alumni 1970)
- Tyasno Sudarto, SH (TMT 19-11-1999, Alumni 1970)
- Susilo Bambang Yudhoyono, MA (TMT 15-09-2000 (HOR), Alumni 1973)
- Endriartono Sutarto (TMT 09-10-2000, Alumni 1971)
- Surjadi Soedirdja (TMT 01-11-2000 (HOR), Alumni 1962)
- Agum Gumelar (TMT 01-11-2000 (HOR), Alumni 1968)
- Luhut B. Pandjaitan, MPA (TMT 01-11-2000 (HOR), Alumni 1970)
- Ryamizard Ryacudu (TMT 01-06-2002, Alumni 1974)


Fasilitas Kampus 

Kegiatan mahasiswa: Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan bagi taruna sesuai dengan minat, bakat, dan pilihannya sendiri antara lain berupa: kegiatan keagamaan, olahraga, kesenian, bahasa asing, komputer. Selain program yang bersifat tetap tersebut, secara insidental dilaksanakan beberapa kegiatan lainnya.

Fasilitas Lain : ruang kelas internet.


Pendaftaran Mahasiswa Baru 

Seleksi Calon Taruna Akademi Militer mengikuti seleksi penerimaan melalui dua tahap
1. Seleksi panitia Daerah
2. Seleksi Panitia Pusat yang diselenggarakan oleh Mabes TNI AD.


Materi Ujian:

- Administrasi
- Kesehatan badan dan jiwa
- Jasmani (postur lahiriah dan kemampuan)
- Tes wawancara
- Psikologi
- Akademik, meliputi: Jurusan IPA : PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, dan Matematika. Jurusan IPS : PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Sosiologi/Antropologi, dan Matematika


Syarat :

- Warga Negara Republik Indonesia, Pria, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945 serta bukan prajurit TNI/Anggota Polri
- Umur pada saat masuk pendidikan tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun
- Berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI disertai dengan Surat Keterangan dari Kepolisian setempat berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
- Berbadan sehat (jasmani dan rohani) dan bebas narkoba
- Tamatan SMU/Madrasah Aliyah jurusan IPA dan IPS. Khusus untuk jurusan IPS disesuaikan dengan kebutuhan
- Belum pernah menikah dan sanggup tidak akan menikah selama dalam pendidikan
- Tinggi badan tidak kurang dari 163 cm
- Sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi Perwira TNI dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia
- Harus ada persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun
- Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan: harus disertai Surat Persetujuan dari Kepala Jawatan/Instansi yang bersangkutan, dan bersedia diberhentikan dari status pegawai apabila diterima menjadi taruna
- Harus mengikuti dan lulus ujian masuk

Biaya Pendaftaran : Selama mengikuti seluruh kegiatan ujian/pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya apapun.
Formulir pendaftaran dan lainnya disediakan di Panitia Daerah (Panda)/Sub Panda secara gratis.

Pendaftaran dilaksanakan sekitar bulan Maret. 

Calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan masing-masing 2 lembar :

- Fotokopi Kartu Kewarganegaraan (bagi keturunan WNA)
- Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir
- KTP calon dan KTP orangtua/wali
- Kartu Keluarga, STTB SD, SMP, dan SMU.
- Mereka yang masih duduk di kelas III SMU melampirkan rapor kelas I sampai dengan III semester I serta membawa surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta ujian
- Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 4x6 cm


Tempat pendaftaran di Panda/Sub Panda:

- Panda I Sumbagut : Medan, Sibolga, Padang, Pekanbaru
- Panda II Sumbagsel : Palembang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung
- Panda III Jabar : Bandung, Cirebon, Serang, Garut, Bogor
- Panda IV Jateng dan DIY : Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo
- Panda V Jatim : Surabaya, Malang, Madiun, Mojokerto
- Panda VI Kalimantan : Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak
- Panda VII Sulawesi : Makassar, Manado, Palu, Kendari
- Panda IX Bali dan Nusra : Denpasar, Mataram, Kupang
- Panda XVI Maluku : Ambon, Ternate
- Panda XVII Papua : Jayapura, Biak, Sorong, Merauke
- Panda Jaya Jakarta : Jakarta
- Panda NAD : Banda Aceh

Keterangan lebih rinci dapat diperoleh di tempat pendaftaran.

BIAYA PENDIDIKAN

Biaya kuliah : bebas biaya

PROGRAM STUDI

Kurikulum Akademi Militer dioperasionalkan melalui kegiatan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Materi kurikulum meliputi: Kejuangan, Militer, Jasmani, serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dioperasionalkan dengan menggunakan kurikulum pola 3 tahun (kurikulum senantiasa berubah disesuaikan kebutuhan).

Selain pendidikan yang besifat kematraan, dilaksanakan kegiatan yang bersifat integrasi antar taruna Akademi Angkatan. Kegiatan integrasi tersebut terdiri dari:

a. Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka selama 13 minggu pada awal tingkat I termasuk Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman

b. Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna (Piktar) dengan melombakan dan mempertandingkan cabang olahraga umum dan olahraga militer. Pelaksanaannya diatur secara bergiliran di salah satu Akademi Angkatan

c. Latihan Integrasi Taruna Desawa (Latsitarda) Nusantara yang dilaksanakan di suatu provinsi selama satu bulan, yang mengikutsertakan mahasiswa dan masyarakat setempat

d. Prasetya Perwira yaitu upacara pelantikan menjadi Perwira TNI AD oleh Presiden Republik Indonesia

AKPOL (AKADEMI KEPOLISIAN) - JAWA TENGAH

Akademi Kepolisian atau sering disingkat Akpol adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 Akpol bertujuan menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi. Lama pendidikan 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Dua Polisi. Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan.


Perjalanan sejarah Akademi kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada akhirnya menetap di Semarang.Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “ Jawea Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.

Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisi Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M , pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Pada tanggal 16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian. Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun. Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA. Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita diatas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti dibawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ” Bhineka eka Bhakti ” menjadi lambang Polri “Tribrata”.

Status: Kedinasan (Departemen Pertahanan)
Alamat: Jl. Sultan Agung 131, Candi Baru, Gajah Mungkur, Semarang 50232, Jawa Tengah. Telepon: (024) 8411680, 8411690, 8411700. Faks.: (024) 8310074. Gubernur: Irjen Pol Drs Ismerda Lebang. Masa jabatan: November 2002 – sekarang.
Sejarah Singkat

Tanggal Berdiri: 1 Oktober 1965 di Sukabumi
Pendiri: Departemen Pertahanan RI.

Pendiri/pelopor Sekolah Polisi bagian Menengah ini adalah R.S. Soekanto Tjokrodirdjo selaku Kepala Kepolisian Negara (waktu itu). Diresmikan Presiden RI pertma Ir Soekarno pada 17 Juni 1946 di Mertoyudan, Magelang. Pada 1 September 1946, Akademi Polisi pindah ke Jalan Senopati, Yogyakarta. Ketika Pemerintah RI pindah ke Jakarta, sekolah polisi ini ikut ke Jakarta (Jalan Tambak 2). Pada 1 September 1950, Akademi Polisi berubah nama menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Pada 25 Mei 1965 dibentuk Sekolah Akademi Kepolisian (SAK) di Sukabumi.

Pada 1 Oktober 1965 SAK giliran berubah namanya menjadi Akademi Angkatan Kepolisian. AKABRI diresmikan 16 Desember 1965, dan AAK menjadi AKABRI Bagian Kepolisian. Kampus berpindah dari Sukabumi ke Candi Baru, Semarang. Nama akademi ini masih berubah lagi menjadi Akademi Kepolisian (1985), dan pada 9 April 1999 Akademi Kepolisian lepas dari Mako AKABRI (langsung di bawah Kapolri).

Profil

Jenjang pendidikan: D3. Jumlah mahasiswa (2003): 694 (Tingkat I –Taruni: 220, Taruni: 31. Tingkat II – Taruna: 199. Tingkat III: Taruna: 244).
Jumlah lulusan 2003: 243. Jumlah pendaftar (2002/2003): 15.000.
Jumlah mahasiswa diterima (2002/2003): 251. Jumlah alumni (1968-2002): 6.990. Jumlah dosen: 269 ( S1: 122, S2: 27, S3: 3, Profesor: 2, Lain-lain: 115). Luas kampus: 125 hektare.
Fasilitas Kampus

Ruang kuliah: Ruang Gabungan 1 (kapasitas 1.000 orang). Ruang Besar 1 (kapasitas 400 orang). Ruang Sedang 7 (kapasitas 80 orang). Ruang Kecil 20 (kapasitas 50). Ruang Simulasi 21 (kapasitas 15 orang). Perpustakaan: seluas 1.400 m2, koleksi 124.000 eksemplar. Laboratorium: Bahasa, Komputer, Fotografi, Forensik, Olah TKP. Kegiatan mahasiswa: Marching Band, Band, Beladiri, Kesenian daerah, Olahraga Umum, Keagamaan. Fasilitas lain: Lapangan olahraga (sepakbola, tenis lapangan terbuka dan tertutup), Gedung Olahraga, Stadion, Kolam renang, Doyo, Rumah Sakit, Asrama (Graha Taruna Wiratama Muda), Agrowisata, Ruang Rekreasi, Gedung Pertemuan, Pool Kendaraan.

Pendaftaran Mahasiswa Baru

Bagian informasi pendaftaran: Polda, Polwil, Poltabes, Polres seluruh Indonesia. Waktu pendaftaran: April-Mei. Syarat: 1.Persyaratan Umum: Warga Negara Indonesia. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Setia kepada NKRI. Berpendidikan minimal SMU/sederajat. Usia minimal 18 tahun. Sehat jasmani dan rohani. Tidak pernah dipidana sebagai pelaku kejahatan. Berjiwa jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Bersedia bertugas di semua bidang tugas kepolisian.
2.Persyaratan Lain: Berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat dengan ketentuan: Lulusan 1999 atau sebelumnya dengan nilai minimal rata-rata 7. Lulusan 2000-2002, dengan nilai rata-rata minimal 6,5 untuk jurusan IPS, 5,75 untuk jurusan IPA. Bagi yang masih kelas III SMU menggunakan nilai rapor rata-rata semester I minimal 7 (disahkan kepala sekolah). Lulusan D3/S1 dan Bintara/Tamtama Polri, berijazah SMU/sedarajat sesuai ketentuan di atas. Lulusan yang mempunyai visus mata dapat dikoreksi sampai dengan 1 dioptri, NEM/HUAN rata-rata minimal 7,5 untuk IPS dan 7 untuk IPA. Usia pada saat pembukaan Pendidikan Pembentukan Taruna/i Akpol, merujuk tahun 2003, maksimal 22 tahun untuk AMA/SMU/MA, 23 tahun untuk Umum (D3/S1), 24 tahun untuk Bintara/Tamtama Polri. Tinggi badan minimal: Pria: 163 cm, Wanita: 160 cm. Belum pernah menikah dan sangggup tidak menikah selama pendidikan. Bersedia menjalani ikatan dinas pertama selama 10 tahun terhitung sejak dilantik menjadi perwira Polri. Tidak sedang terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain.
Bagi yang sudah bekerja tetap sebagai pegawai/karyawan/anggota Polri: Mendapat persetujuan/rekomendasi Kepala Jawatan/Instansi/Satker bersangkutan. Bersedia dilepas dari status pegawai/karyawan/anggota Polri bila diterima dan ikut pendidikan Taruna/i Akpol. Khusus anggota Polri yang saat mendaftar memiliki masa dinas 2 tahun dan Daftar Penilaian minimal 75:

· Mengikuti dan lulus ujian/pemeriksaan yang meliputi: Pemeriksaan kelengkapan administrasi. Tes parade/peragaan. Tes kemampuan jasmani. Tes psikologi. Tes potensi akademik, meliputi Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Tes kesehatan badan. Pantukir (tingkat daerah dan pusat). Penelusuran mental kepribadian.

· Berdomisili di wilayah Polda setempat minimal 1 tahun. Ini dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga atau lulusan SMA/SMU/MA di wilayah Polda setempat dengan lama pendidikan minimal 1 tahun.

· Diutamakan calon yang mempunyai Talent Scouting: Prestasi Ilmu Pengetahuan minimal tingkat nasional. Kemahiran/keterampilan komputer/analis komputer. Kemampuan berbahasa asing aktif minimal setingkat Post-Intermediate. Hal-hal lain yang berkaitan dengan persyaratan penerimaan calon Taruna/i Akpol TA 2002 akan diatur dalam Surat Keputusan tersendiri.

Jalur pendaftaran: Seleksi: 1. Pemeriksaan kelengkapan administrasi. 2. Tes parade/peragaan. 3. Tes kemampuan jasmani. 4. Tes psikologi. 5. Tes akademik (Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tes Kesehatan Badan, Pantukir dan Penelusuran Mental (Kepribadian).

BIAYA PENDIDIKAN

Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh negara.
Lain-lain

Kerjasama dengan perguruan tinggi/lembaga dalam negeri: Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada, Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Universitas Katolik Soegiyopranoto Semarang, Sekolah Tinggi Farming Semarang.

Kerjasama dengan instansi lain: Polda-polda dan jajarannya, Pemda Provinsi dan jajarannya, Pemerintah Kota Semarang. Pengembangan sistem belajar mengajar di Akpol: a. Bentuk ceramah, simulasi, kuliah kerja, diskusi, karya tulis dan tutorial. b. Latihan: Matra Kepolisian, Integratif (Latsitarda, Porsimaptar). c. Pengasuhan Taruna mencakup 6 aspek makro: 1. Mental spiritual dan ideologi. 2. Watal insal Bhayangkara. 3. Kepemimpinan. 4. Keterampilan matra Kepolisian. 5. Motivasi belajar dan olah pikir. 6. Ketrampilan olahraga dan kesamaptaan jasmani.

Program Studi

Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan
Kepolisian D3 reguler

AKADEMI SANITASI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN, PURWOKERTO - JAWA TENGAH

Status: Kedinasan (Departemen Kesehatan RI)
Alamat : Jl. Karangmangu, Kotak Pos 48, Purwokerto 53101, Jawa Tengah
Telepon : (0281) 21709, 35709
Direktur : S. Purwanto, M.Sc.
Sejarah Singkat

Pendiri: Departemen Kesehatan RI
Profil

Jenjang pendidikan: D3
Jumlah mahasiswa, 2002: 160
Jumlah lulusan, 2002: 38
Jumlah dosen, 2002: 18 (S1: -, S2: 4)
Luas kampus: 35.000 m2
Fasilitas Kampus

Ruang kuliah: luas ruangan seluruhnya 700 m2 (- ruangan)
Perpustakaan: luas ruangan 100 m2, koleksi 748 judul, 1.570 eksemplar
Laboratorium: luas ruangan seluruhnya 270 m2 (Komputer)
Lembaga penelitian: ada, ruang penelitian/pengabdian kepada masyarakat (80 m2)
Fasilitas lain: asrama mahasiswa (270 m2), ruang serbaguna (300 m2), ruang seminar (200 m2), ruang olahraga (150 m2), ruang studio (7,5 m2)
Program Studi

Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan
Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan D3 reguler

BALAI PENDIDIKAN DAN LATIHAN TRASPORTASI DARAT DAN JALAN RAYA, TEGAL - JAWA TENGAH

Status: Kedinasan (Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan RI)
Alamat : Jl. Semeru 3, Tegal 52125, Jawa Tengah
Telepon : (0283) 51061
Fax : (0283) 58965
Kepala : Ir. Srihadi Santosa
Sejarah Singkat

Pendiri: Departemen Perhubungan RI
Profil

Jenjang pendidikan: D2
Jumlah mahasiswa, 2002: 66
Jumlah lulusan, 2002: 40
Jumlah dosen : 7
Luas kampus: 60.250 m2
Fasilitas Kampus

Ruang kuliah: luas ruangan seluruhnya 700 m2 (- ruangan)
Perpustakaan: luas ruangan 80 m2, koleksi 7.598 judul, 15.796 eksemplar
Laboratorium: luas ruangan seluruhnya 460 m2 (- unit laboratorium)
Fasilitas lain: ruang seminar/lokakarya (120 m2), asrama mahasiswa (1.700 m2), ruang olahraga/rekreasi (225 m2), ruang komputer (116 m2), ruang serbaguna/aula (375 m2), ruang lain-lain (753 m2)
Program Studi

Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan
Pengujian Kendaraan Bermotor Pengujian Kendaraan Bermotor D2 reguler

POLTEK-GT (POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL)

Dalam usaha pemenuhan kebutuhan tenaga tersebut, Gajah Tunggal Grup perlu mendirikan lembaga pendidikan di bidang industri, yang nantinya akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dalam hal ini kebutuhan perusahaan-perusahaan di lingkungan Gajah Tunggal Grup. Dari pemikiran tersebut, akhirnya pada tanggal 7 April 1981 diresmikan suatu lembaga pendidikan dengan nama PATIGAT (Pendidikan Ahli Teknik Industri Gajah Tunggal) oleh Bapak Menteri Perindustrian Ir. AR. Soehoed dan Bapak Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi Prof. Drs. Harun Zein di Gresik, Jawa Timur dan pada tanggal 14 September 1981 PATIGAT resmi dibuka dan dimulai kegiatan akademiknya.
Dalam perkembangannya, PATIGAT yang mempunyai gedung berskala workshop, pada tanggal 26 Juli 1986 diresmikanlah perluasan area dan sarana oleh Menteri Tenaga Kerja Sudomo dan pada bulan Mei 1993 PATIGAT kembali melengkapi sarana dan prasarana dengan menambah sebuah gedung yang fungsinya sebagai laboratorium, ruang kuliah, ruang seminar, show room, ruang pertemuan dan ruang kepala PATIGAT.
Tahun Akademik pertama (1981) PATIGAT membuka satu jurusan yaitu jurusan Teknik Industri yang meliputi bidang mesin dan listrik. Beberapa tahun kemudian PATIGAT membuka jurusan Kimia. Pada tahun 1989 sampai tahun 1991 PATIGAT membuka hanya satu jurusan yaitu jurusan Teknik Industri.
Karena kebutuhan tenaga terampil di perusahaan-perusahaan di lingkungan Gajah Tunggal Grup meningkat serta perlunya spesifikasi kerja sesuai di bidangnya, maka mulai tahun 1992 PATIGAT membuka tiga jurusan yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia. Mulai saat itu, pada tanggal 6 Oktober 1992 ditandatangani kerjasama dengan ITB Bandung dalam membuka jalan untuk akreditasi dari Depdikbud menjadi Politeknik Gajah Tunggal. Selanjutnya pada tanggal 6 Januari 1994 ditandatangani kerjasama antara Pusbangdik Politeknik dengan PATIGAT, kerjasama ini mengacu pada pendirian Politeknik Gajah Tunggal.
Adapun jurusan yang ada sekarang adalah :
  • Jurusan Teknik Elektro
  • Jurusan Teknik Informatika
  • Jurusan Teknik Mesin
  • Jurusan Teknik Kimia
Melalui SK Mendikbud No.085/0/1995 Politeknik Gajah Tunggal memperoleh status terdaftar. Kemudian pada bulan April 1996 Politeknik Gajah Tunggal diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro.
Saat ini seiring dengan berbagai kendala yang dihadapi oleh bangsa tercinta ini, Politeknik Gajah Tunggal masih tetap mempertahankan citranya sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan yang senantiasa mencetak tenaga-tenaga handal di bidang industri.
Instansi
PT. Gajah Tunggal Tbk
Jurusan dan Program Pendidikan
  • DIII Teknik Mesin,
  • DIII Teknik Elektro,
  • DIII Teknik Informatika,
  • DIII Teknik Kimia.
Jurusan dibuka berdasarkan kebutuhan tenaga ahli di Perusahaan.
Fasilitas
Fasilitas Perorangan
  • Bebas beaya SPP dan SKS
  • Bebas beaya Praktikum
  • Uang saku setiap bulan
  • Kupon makan siang setiap bulan
  • Buku tulis setiap semester
  • Seragam setiap tahun
  • Libur 12 hari pertahun (diatur oleh institusi)


Fasilitas Bersama
  • Kampus (dua gedung @2 lantai)
  • Perpustakaan
  • Laboratorium Kimia
  • Lab. Listrik
  • Lab. Pneumatik
  • Lab. Komputer
  • Bengkel Teknik Mesin
  • Lab. Internet /LAN
  • Ruang Musik
  • Lapangan Sepak Bola, Bola Basket, Bola Volly (milik Gajah Tunggal)

Penerimaan Mahasiswa Baru

Persyaratan Umum


  • Pria, Sehat Jasmani dan Rohani.
  • Tanggal 1 September tahun pendaftaran, berumur maksimum 21 tahun.
  • Lulus SMU Jurusan IPA atau SMK dengan program studi yang sesuai dengan jurusan di Politeknik Gajah Tunggal.
  • Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan.
  • Bersedia mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, kesamaptaan, wawancara, psikotes dan kesehatan.
  • Setelah lulus, dilanjutkan dengan pembelajaran dengan bekerja dalam status Ikatan Dinas di lingkungan Perusahaan Gajah Tunggal Group selama 5 ( lima) tahun.

Persyaratan Khusus
  • Surat lamaran dengan alamat yang jelas dan mencantumkan kode jurusan yang diminati pada pojok kiri atas amplop.
  • Foto copy STTB dan Surat Tanda Kelulusan (STK) yang telah dilegalisir (bagi yang belum menerima STK, dapat disusulkan pada saat mengikuti tes tertulis), atau Foto copy STTB dan NEM yang telah dilegalisir.
  • Foto copy rapor lengkap untuk SMA yang telah dilegalisir dengan nilai mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris rata-rata minimal 6,5. atau Fotocopy Transkrip untuk SMK yang telah dilegalisir dengan nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Uji Kompetensi Produktip rata-rata minimal 6, 5.
  • Foto copy KTP/Kartu Pelajar dan Foto copy Kartu Keluarga ( KK ).
  • Pas Photo terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar.
  • Daftar Riwayat Hidup.
  • Foto copy Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian yang telah dilegalisir.
  • Surat Keterangan Penghasilan :
  • Slip Gaji terbaru dari Departemen/Bagian Personalia bagi orang tua/wali yang bekerja.
  • Penghasilan terbaru dari Kelurahan / Kepala Desa bagi orang tua / wali yang berwiraswasta / pensiunan / petani.

Prosedur Pendaftaran
  • Surat lamaran ditulis tangan , dengan alamat jelas dan mencantumkan kode jurusan yang diminati pada pojok kiri atas amplop
  • Fotocopy Raport dari empat cawu/semester terakhir yang telah dilegalisir
  • Nilai rata-rata Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris masing-masing minimum 7,00 untuk semua jurusan
  • Fotocopy KTP atau Kartu Pelajar dan Fotocopy Kartu Keluarga
  • Pas photo terbaru ukuran 3 X 4 sebanyak 4 lembar
  • Daftar Riwayat Hidup,
  • SKKB dari Kepolisian
  • Slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan terbaru dari kelurahan atau Departemen Personalia
  • Fotocopy NEM dan Ijasah yang telah dilegalisir
  • Surat lamaran harus sudah diterima panitia selambat-lambatnya akhir Juni atau Juli setiap tahunnya
  • Hanya memenuhi syarat administrasi yang akan dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya
  • Pelamar atau calon mahasiswa yang memberikan keterangan tidak benar/palsu akan digugurkan
  • Peserta yang lolos seleksi administrasi akan dipanggil untuk mengikuti ujian Tertulis dan tes selanjutnya melalui surat panggilan
  • Materi Ujian Tertulis; Matematika, Fisika, Bahasa Inggris.


Waktu

Pembukaan Pendaftaran : Juli -
Waktu Seleksi : Agustus -

Rute angkutan umum dari kota besar
  1. Dari Jakarta Terminal Senen naik jurusan Cimone/ Tangerang (turun di Cikokol) ð Naik R.14 (Turun di Cimone) ð Naik R.01 (Turun di Jatake) ð Naik ojek turun di Politeknik Gajah Tunggal
  2. Dari Bitung Naik R.01 (Turun di Jatake) ð Naik ojek turun di Politeknik Gajah Tunggal
  3. Dari Tangerang Naik R.01 (Turun di Jatake) ð Naik ojek turun di Politeknik Gajah Tunggal

Informasi Contact
Alamat lengkap: Jl. Gatot Subroto KM 7, Komplek Industri Gajah Tunggal, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, Tangerang 15001
Telp.(021) 5900465/8, Fax. (021) 5900481